Cari Blog Ini

Minggu, 16 April 2017

Mama,

16 Juni 20 tahun yang lalu.
Senin siang yang sangat terik terasa di kulit serasa menyengat sampai tulang terdalam. Pada saat itu aku memang tidak merasakannya, tetapi aku merasa samar-samar mendengar suara perempuan yang meminjami tubuhnya padaku merasakan panas itu. "mah, bik latihan pramuka dulu ya" aku mendengar suara perempuan yang lain berbicara pada perempuan yang meminjami tubuhnya untuk aku bernaung 9 bulan pertama Tuhan mengirimku ke dunia. "ya hati-hati, teh" ia menjawab. 
Beberapa jam kemudian, aku merasa diriku sudah tak sanggup lagi bernaung di dalam tubuh perempuan ini. Saat aku merasa mendengar suara yang sangat indah bergema memanggil orang-orang untuk melaksanakan ibadah mereka pada Tuhannya, saat itulah aku keluar dari tubuh perempuan yang meminjami tubuhnya padaku. Aku dibersihkan oleh yang menolongku keluar dari tempat yang kini aku ketahui bernama rahim, dan kembali diberikan pada perempuan yang rahimnya menjadi tak seperti semula lagi karena aku. "neng geulis, teh" ujar yang menolongku kepada perempuan tersebut. Aku mendengar panggilan shalat untuk kedua kalinya di telingaku. "ini mama, sayang" ujar perempuan itu menatapku. aah.. aku baru tahu ternyata perempuan yang meminjami rahimnya padaku lah malaikatku di bumi. ibuku. persis seperti yang Tuhan gambarkan ketika aku sempat mengelak untuk diturunkan ke bumi dengan banyak alasan. ia cantik. wajah kelelahannya sangat mempesona di mataku. 
20 tahun berlalu. 
Aku sudah beranjak dewasa, ma. Kau adalah alasan aku hidup di dunia ini. Aku membutuhkanmu, kau tahu. Pastikan kau menjadi orang pertama yang merasakan kesuksesanku nanti, ya! aku mencintaimu, selalu, selamanya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar